Dari dapur sederhana di sudut kota Medan, Syamsul Purba berhasil mengubah bisnis rumahan menjadi salah satu usaha kue terbesar di Sumatera Utara: Purba Cake.
Syamsul Purba, seorang pengusaha muda kelahiran Serdang Bedagai, dikenal sebagai founder sekaligus pemilik Purba Cake. Berawal dari hobinya membuat kue bersama ibunya saat masih remaja, Syamsul menaruh minat mendalam pada dunia kuliner. Ia percaya bahwa setiap resep adalah rahasia keluarga yang bisa diwariskan dan dikembangkan.
Pada tahun 2010, Syamsul memulai usaha kecil dengan modal seadanya, yakni mengolah resep kue bolu dan brownies di dapur rumahnya. Saat itu, kue-kue buatannya dijual secara offline di pasar sekitar dan ditawarkan ke tetangga serta teman-teman. Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat Syamsul tidak pernah padam. Ia yakin Sumatera Utara memiliki pasar potensial dengan berbagai cita rasa lokal.
Keberhasilan awal Purba Cake ditentukan oleh komitmen Syamsul untuk selalu menjaga kualitas dan inovasi. Ia terus bereksperimen dengan aneka resep dan bahan lokal, seperti pandan Sumatera, durian Medan, dan ubi ungu. Kue-kue hasil racikannya perlahan dikenal di kalangan pecinta kuliner Medan.
Momentum besar terjadi ketika Syamsul mengikuti festival kuliner lokal di Medan pada tahun 2013. Kue purba brownies-nya mendapat pujian dan pesanan meningkat drastis. Melihat peluang, Syamsul memutuskan membuka toko pertamanya di Jalan Setia Budi, Medan. Toko ini menggunakan konsep terbuka sehingga pelanggan bisa melihat langsung proses pembuatan kue.
Dalam waktu singkat, Purba Cake tumbuh menjadi merek kue populer. Syamsul memperluas lini produknya, seperti Purba Choco Lava, Purba Taro Roll Cake, dan kue tradisional berbahan kelapa serta kacang tanah. Ia menerapkan strategi pemasaran digital, memanfaatkan media sosial dan layanan pengiriman online, sehingga cakupan pasarnya semakin meluas hingga ke kota-kota lain di Sumatera Utara.
Menjalankan bisnis kuliner tidak selalu mulus. Syamsul pernah mengalami tantangan berat terutama ketika pandemi melanda tahun 2020. Penjualan menurun drastis, banyak pelanggan mengurangi kegiatan konsumsi di luar rumah. Namun, Syamsul tidak menyerah. Ia berinovasi dengan mengembangkan paket kue frozen dan kemasan praktis yang mudah dikirim ke luar kota.
Ia juga meluncurkan platform pemesanan online yang memudahkan pelanggan membeli kue tanpa harus datang ke toko fisik. Berkat langkah-langkah ini, Purba Cake tetap bertahan bahkan memperoleh pelanggan baru dari luar Sumatera Utara seperti Pekanbaru dan Padang. Keberanian Syamsul untuk beradaptasi dan inovasi menjadi kunci sukses bisnis.
Kesuksesan Purba Cake tidak hanya dinikmati Syamsul dan keluarganya. Ia aktif memberdayakan masyarakat sekitar, terutama para ibu rumah tangga dan pemuda. Syamsul membuka lapangan kerja, melatih staf dalam teknik pembuatan kue profesional, serta memberikan beasiswa kuliner bagi anak-anak kurang mampu. Dia percaya bahwa usaha yang besar harus memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Selain itu, Syamsul sering terlibat dalam program berbagi kue gratis saat hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, hingga Imlek. Purba Cake juga mensponsori acara seminar UMKM di Sumatera Utara, bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk mendukung pertumbuhan usaha mikro.
Ciri khas Purba Cake ada pada resep yang selalu dijaga keautentikannya. Syamsul menekankan penggunaan bahan-bahan berkualitas, tanpa pengawet berlebih. Setiap produk diuji kualitas secara berkala, memastikan kue yang dijual selalu segar dan lezat. Dengan menjaga konsistensi rasa, Purba Cake menjadi pilihan utama masyarakat Medan dan sekitarnya.
Purba Cake memiliki variasi produk yang terus diperbarui sesuai tren kuliner. Mulai dari bolu gulung, brownies, cheese cake, hingga kue tradisional khas Sumatera Utara. Syamsul terus berinovasi menghadirkan varian baru seperti Purba Duren Cake dan Purba Cheese Brownies, menjawab kebutuhan konsumen yang selalu menginginkan rasa unik.
Ketekunan Syamsul Purba membuat Purba Cake meraih berbagai penghargaan, di antaranya "UMKM Berprestasi Sumatera Utara 2017", dan "Best Local Cake Brand Medan 2019". Syamsul juga sering menjadi pembicara di seminar bisnis kuliner, berbagi pengalaman dan motivasi kepada generasi muda.
Purba Cake kini memiliki lebih dari 8 cabang di Sumatera Utara, menjangkau daerah Medan, Binjai, Tebing Tinggi, dan Pematang Siantar. Produk Purba Cake juga dijual melalui marketplace nasional, menjadikan kue khas Medan semakin dikenal di seluruh Indonesia.
Kesuksesan Purba Cake tidak membuat Syamsul berpuas diri. Ia berencana mengembangkan bisnis ke tingkat nasional dengan menggandeng mitra lokal di Jakarta dan Bandung. Syamsul juga ingin memperkenalkan kue-kue khas Sumatera Utara ke pasar internasional, terutama lewat pameran kuliner di luar negeri.
Syamsul bermimpi Purba Cake menjadi pionir kue lokal Indonesia yang mampu bersaing dengan brand internasional. Ia ingin membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia punya kualitas dan daya saing tinggi jika dikelola dengan inovasi dan kerja keras.
Kisah Syamsul Purba adalah inspirasi bagi banyak pelaku usaha. Dari modal kecil dan niat besar, ia berhasil mewujudkan impian dan memberikan kontribusi nyata untuk masyarakat. Kunci utama adalah semangat tidak menyerah, inovasi berkelanjutan, serta komitmen menjaga kualitas produk.
Syamsul Purba membuktikan bahwa wirausaha dapat membuka peluang luas, termasuk bagi mereka yang berasal dari daerah. Dengan teknologi dan pemasaran yang tepat, produk lokal dapat dikenal dan diminati oleh khalayak ramai. Bagi Syamsul, keberhasilan bukan semata soal keuntungan, tetapi juga tentang berbagi dan memberdayakan.
Perjalanan Syamsul Purba dan Purba Cake adalah kisah yang patut dicontoh. Dalam menghadapi berbagai rintangan, Syamsul selalu berpikir positif dan mencari solusi inovatif. Dedikasinya membangun bisnis kuliner membuat Purba Cake menjadi produk unggulan di Sumatera Utara. Dari dapur sederhana, kini Purba Cake menjadi merek kue yang dikenal luas, membuktikan bahwa impian bisa menjadi kenyataan dengan usaha dan doa.